prim@rifah


Selasa, 13 September 2011

KULIAH BAHASA INGGRIS PENDIDIKAN MATEMATIKA 1 (5)


LESSON STUDY ON MATHEMATICAL THINKING:
Developing Mathematical Methods in Learning the Total Area of a Right Circular Cylinder and Sphere as well as the Volume of a Right Circular Cone of the 8th Grade Students of Indonesian Junior High School

Oleh: Dr. Marsigit, MA, Mathilda Susanti, Elly Arliani
Ikhtisar oleh: Primaningtyas Nur Arifah (09313244004)
           
Keputusan Sisdiknas No 20 tahun 2003 menegaskan bahwa Sistem Pendidikan Indonesia harus mengembangkan kecerdasan dan keterampilan individu, memajukan perilaku yang baik, patriotisme, dan tanggung jawab sosial, harus mendorong sikap positif dari kemandirian dan pertumbuhan. Meningkatkan kualitas pengajaran adalah salah satu tugas yang paling penting dalam meningkatkan standar pendidikan di Indonesia. Pada bulan Juni 2006, Pemerintah Indonesia telah menerapkan kurikulum baru untuk pendidikan dasar dan menengah, yang disebut KTSP " Kurikulum Berbasis Sekolah". Kurikulum ini berbasis sekolah menggabungkan dua paradigma, disatu sisi menekankan pada kompetensi siswa, sementara di sisi lain terkonsentrasi pada proses belajar siswa.
Aktivitas  matematika tidak harus dipilih dengan cermat sehingga anak-anak dapat membentuk konsep, mengembangkan keterampilan, mempelajari fakta-fakta dan memperoleh strategi untuk menyelidiki dan memecahkan masalah. Mathematical thinking memiliki tujuan penting dalam memberikan kemampuan untuk memecahkan masalah sendiri , dan ini tidak terbatas pada masalah spesifik. Oleh karena itu, pengembangan Mathematical thinking haruslah menjadi tujuan pengajaran matematika.
Proses pembelajaran harus fokus pada Mathematical thinking termasuk metode matematika. Katagiri, S. (2004) menyatakan bahwa pertanyaan matematika harus dibuat sehingga proses pemecahan masalah memunculkan Mathematical thinking dan metode matematika. Dia membuat daftar pertanyaan analisis yang dirancang untuk menumbuhkan pemikiran matematis sebagai berikut: a.) Masalah Pembentukan dan Pemahaman, b.) Membangun Perspektif, c.) Solusi Pelaksana, d.) Organisasi Logis.
Krygowska (1980) dalam Bonomo M.F.C menunjukkan bahwa matematika harus diterapkan pada situasi alami, di manapun masalah riil yang muncul maka selesaikanlah, penyelesaiannya perlu menggunakan metode matematika. Pengetahuan, keterampilan, dan metode matematika adalah dasar untuk mencapai pengetahuan tentang sains, informasi, dan bidang pelajaran lainnya di mana konsep-konsep matematika adalah pusatnya, dan menerapkan matematika dalam situasi kehidupan nyata.
David tall (2006) menyatakan bahwa keberhasilan dalam Mathematical Thinking tergantung pada efek meet-befores, kompresi tentang konsep pemikiran, dan dasar berurutan tentang pengalaman yang kuat dan sederhana. Dalam konteks yang berbeda, Stacey, K (2006) menunjukkan bahwa komponen kunci dari Mathematical Thinking adalah memiliki pandangan untuk melihat dunia melalui matematika, dan sikap dala mencari penjelasan logis. Sementara itu Katagiri, S. (2004) menyatakan bahwa tindakan logis siswa meliputi: mencoba untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan tujuan; berusaha untuk membangun perspektif, dan mencoba berpikir berdasarkan data yang dapat digunakan, materi yang telah dipelajari sebelumnya, dan asumsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar