prim@rifah


Jumat, 09 September 2011

KULIAH BAHASA INGGRIS PENDIDIKAN MATEMATIKA 1


LESSON STUDY:
Promoting Student Thinking on the Concept of
Least Common Multiple (LCM) Through Realistic Approach in the 4th Grade of Primary Mathematics Teaching
Oleh: Marsigit
Ikhtisar oleh: Primaningtyas Nur Arifah (09313244004)

Paper ini mengungkapkan tentang gambaran mathematikal thinking dalam pemikiran siswa tentang pembelajaran KPK pada kelas 4 sekolah dasar di Indonesia. Kurikulum yang dipakai untuk mendefinisikan matematika sekolah disini adalah kurikulum berbasis sekolah atau yang disebut  juga dengan KTSP. Kurikulum ini menggabungkan dua paradigma, di satu sisi menekankan pada kompetensi siswa, tetapi juga, di sisi lain, tentang proses  belajar siswa.
Matematika di sekolah dasar memiliki fungsi untuk mendorong siswa untuk berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif dan mampu berkolaborasi dengan orang lain. Berpikir matematika didefinisikan sebagai kegiatan siswa untuk mengkomunikasikan ide-ide matematika dengan menggunakan simbol, tabel, diagram dan sumber-sumber lain dengan tujuan siswa dapat memecahkan masalah mereka.    
Implementasi kurikulum matematika sekolah dasar di ruang kelas adalah untuk mengembangkan ketrampilan memecahkan masalah. Dalam memecahkan maslah siswa perlu berpikir kreatif untuk mengembangkan cara dan alternatif pemecahan masalah. Guru disarankan untuk mengembangkan pendekatan kontekstual dan realistis untuk mendorong mathematical thinking di sekolah dasar. Dengan pendekatan ini, diharapankan siswa secara bertahap belajar dan menguasai matematika dengan antusias.             
Ketika kita fokus pada pelajaran matematika, kita hanya terfokus pada pengetahuannya dan lupa untuk mengembangkan Sikap, Mathematical Thinking, dan Representasi. Ada dua point penting tentang pandangan Freudenthal tentang matematika yang berkaitan dengan RME(Freudenthal, 1991) yaitu pertama matematika harus dihubungkan ke realitas, dalam arti matematika harus dekat dengan anak dan relevan dengan setiap situasi kehidupan sehari-hari. Kedua, matematika sebagai aktivitas manusia.
Dua jenis mathematization yang dirumuskan dalam konteks pendidikan oleh Treffers, 1987, di Zulkardi, 2006 yaitu horisontal mathematization, para siswa datang dengan alat-alat matematika yang dapat membantu untuk mengatur dan memecahkan masalah terletak dalam situasi kehidupan nyata; dan vertikal mathematization, yaitu proses reorganisasi dalam sistem matematika itu sendiri.
Realistic approach, situasi didunia nyata atau masalah konteks diambil sebagai titik awal pembelajaran matematika. Dan kemudian dieksplorasi dengan horizontal mathematization. Ini berarti siswa mengorganisasi masalah, mencoba untuk mengidentifikasi aspek-aspek matematika dari masalah, dan menemukan keteraturan dan hubungan. Kemudian, dengan menggunakan vertikal mathematization siswa mengembangkan konsep matematika .
Proses pembelajaran dimulai dari masalah kontekstual. Menggunakan aktivitas di horisontal mathematization. Dengan melaksanakan kegiatan seperti pemecahan, membandingkan dan mendiskusikan, siswa menyepakati dengan vertikal mathematization dan berakhir dengan solusi matematika. Kemudian, siswa menafsirkan solusi serta strategi yang digunakan untuk masalah kontekstual lain.      
Berikut adalah salah satu cara untuk meningkatkan cara berpikir siswa pada konsep KPK melalui pendekatan realistis pada kelas 4 sekolah dasar. Percobaan dimulai dengan serangkaian diskusi antara guru dan lectures dan diikuti dengan kegiatan pengamatan dan refleksi kegiatan pembelajaran di kelas.
Tujuan dari kegiatan yang dilakukan pada pelajaran pertama adalah agar siswa mengerti konsep kelipatan persekutuan. Kegiatan yang dilakukan: Pengenalan; Menggambarkan masalah kontekstual yang telah disiapkan (masalah terkait dengan kehidupan sehari-hari); Berkembang (diskusi kelompok); Alasan dan penjelasan (presentasi); Kesimpulan (PR); Penutup    
Tujuan dari kegiatan yang dilakukan pada pelajaran kedua adalah agar siswa memahami konsep KPK. Kegiatan yang dilakukan: Pengenalan; Dilanjutkan pengembangan (diskusi kelompok); Alasan dan penjelasan (presentasi); kesimpulan (PR); penutup
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan yang dilakukan pada siswa kelas 4 sekolah dasar adalah:
  • ·         Pemikiran siswa tentang konsep KPK banyak dipengaruhi oleh guru dengan menggunakan konteks kehidupan nyata sebagai titik awal untuk pembelajaran mereka.
  • ·         "Format kalender masalah" adalah model yang berguna bagi siswa untuk jembatani Mathematical Thinking antara abstrak dan nyata, dan membantu siswa untuk belajar KPK di berbagai tingkatan abstraksi.  
  • ·         Pemikiran siswa tentang konsep KPK dipengaruhi oleh usaha mereka sendiri untuk memproduksi rumus dan strategi.          
  • ·         Dalam pemikiran konsep KPK, interaksi antara guru dan siswa, siswa dan siswa sangatlah penting.          
  • ·         Pemikiran siswa tentang konsep KPK dipengaruhi oleh hubungan antara konsep-konsep matematika yang dikembangkan sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar